LOMBA DEBAT MAHASISWA FKM UNJA 2019

LOMBA DEBAT MAHASISWA FKM UNJA 2019

Senin, 25 November 2019, Departemen Kajian Strategi dan Advokasi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi mengadakan Lomba Debat FKM UNJA 2019 yang mengusung tema ”Debat Cerdas, Kreatif, dan Berintelektual”. Kegiatan ini di sambut baik oleh pihak kampus dan para mahasiswa. Sasaran dari kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi dari angkatan 2019 sampai angkatan 2017. Perlombaan debat FKM UNJA 2019 dimenangkan oleh tim Sela Ayu Gusti, Afifah Farras Hasalia, Rizda Choyrin Nizwa sebagai Juara 1 dan tim Elsaday Septiani Br Situmorang, Rieny Martadila, dan Silvia sebagai Juara 2. Dan juga pada perlombaan ini diperoleh 6 Best Speaker.

Debat ini membahas mengenai berbagai isu kesehatan, yaitu kenaikan BPJS kesehatan. Selain isu kesehatan, debat FKM UNJA juga membahas isu-isu terkini, seperti sertifikasi pra-nikah sebelum melaksanakan pernikahan, dsb. Salah satu isu debat yang menarik adalah saat mosi “kenaikan BPJS Kesehatan”.

Pihak Pro menyampaikan bahwa mereka setuju akan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Mereka berpendapat bahwa peningkatan pemasukan iuran BPJS Kesehatan akan memperlancar pembayaran klaim dan meningkatkan kondisi keuangan rumah sakit serta dapat meningkatkan kondisi keuangan yang baik. Hal tersebut kemudian akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan di rumah sakit. Menurut pihak Pro, mereka beranggapan bahwa kebijakan diambil untuk meningkatkan pelayanan peserta BPJS. Selain itu, juga untuk menyelamatkan defisit keuangan BPJS yang tahun ini bisa mencapai 32 triliun.

Pihak kontra mengatakan fakta yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa kenaikan iuran BPJS sebelumnya tidak diimbangi dengan meningkatnya fasilitas pelayanan yang diterima oleh pasien peserta BPJS. Bahkan, sekarang muncul wacana bahwa BPJS mengurangi pelayanan untuk operasi katarak dan melahirkan. Mereka juga menilai kenaikan iuran BPJS terlalu tinggi dan menyusahkan masyarakat kecil.

Pada intinya debat antar mahasiswa FKM Unja ini sebagai wujud mendorong jiwa kritis mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa di kemudian hari, terkhusus di bidang kesehatan.