Penyuluhan ‘Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik’

Secara nasional, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) semakin bertambah. Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan, jumlah kasus DBD per 3 Februari 2019 yang mencapai 16.692 kasus dan 169 orang di antaranya dinyatakan meninggal dunia. Kasus terbanyak ada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, NTT, dan Kupang. Dalam hal ini, untuk melakukan pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD), Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Moeloek, Sp.M(K) mengimbau kepada masyarakat agar memulai gerakan “Satu Rumah Satu Jumantik”. Setiap rumah itu ada satu juru pemantau jentik. Kemudian satu rumah itu harus ada Agent of Change untuk mengubah perilaku dan ada gerakan 3M+, mengubur, menguras, menutup, melipat baju-baju yang digantung yang menjadi tempat sarang nyamuk,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI drg. Oscar Primadi, MPH, Selasa (29/1) di gedung Kementerian Kesehatan.

Menanggapi hal di atas, maka Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat, melaksanakan sosialisasi dan pembinaan ‘Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik’ di Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi pada tanggal 10 Agustus 2019. Kegiatan pengabmas ini bekerjasama dengan Ketua RT setempat di Desa Pondok Meja. Dalam pelaksanaannya kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat  setempat    dan turut dihadiri oleh     Ketua RT 22, Ketua RT 24, Kepala Dusun Karya Maju, Kepala Desa Pondok Meja, Bidan Desa serta kader posyandu dan posbindu.

Rangkaian kegiatan pengabdian ini antara lain: kata sambutan dari Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Bapak M. Ridwan, M.P.H dan Kepala Dusun Karya Maju Bapak Ahmad Zaidi. Kemudian dilanjutkan dengan acara sosialisasi ‘gerakan satu rumah satu jumantik’ oleh Bapak Oka Lesmana S, SKM.,M.K.M serta dilanjutkan diskusi dengan masyarakat yang hadir tentang tema pengabdian tersebut. Dalam rangkaian kegiatan ini dihadiri sebanyak hampir 50 orang peserta, yang diberikan bekal pengetahuan tentang penyakit dan vector penyakit DBD, pemberantasan jentik nyamuk dengan 3M plus, pembuatan ovitrap, dan sosialisasi gerakan jumantik itu sendiri. Kegiatan ini diakhiri dengan pernyataan komitmen dari para peserta yang hadir untuk menjadi ‘jumantik rumah’, Ketua RT menjadi ‘koordinator jumantik RT’, Kepala Dusun menjadi ‘koordinator jumantik dusun’, dan Kepala Desa menjadi ‘supervisor jumantik desa’. Selanjutnya kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pembentukan secara resmi dan legal struktur organisasi ‘gerakan satu rumah satu jumantik’ Desa Pondok Meja.