“DIVERGENSI INTERVENSI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN STUNTING DENGAN PRAKTIK BAIK DI KABUPATEN BANGGAI”

Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013 lalu, ditetapkan Desa Lokus Stunting di Provinsi Jambi yaitu berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Kerinci. Setidaknya ada 10 desa yang menjadi lokasi lokus stunting di Tanjab Timur diantaranya Desa: Kuala Simpur, Padan Lagan, Sinar Wajo, Sungai Beras, Bukulit Tempurus, Kota Kandis, Rantau Rasau, Pematang Mayan Kecamatan Rasau, dan tersebar di enam kecamatan lainnya. Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2013, angka stunting di Kabupaten Tanjab Timur mencapai 48,5 persen balita yang berstatus stunting, dimana standar WHO di bawah 20 persen.

Kuliah tamu FKM Universitas Jambi pada hari Jum’at tanggal 23 Agustus 2019 lalu merupakan upaya untuk ikut serta dalam gerakan penurunan angka stunting di Provinsi Jambi. Kegiatan kuliah tamu ini mendatangkan Pakar di Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Stunting dari FKM Universitas Hasanuddin dan Institut Gizi Indonesia, Prof. Dr. dr. H. Abdul Razak Thaha, M.Sc.,  SpGK, yang dilaksanakan di Aula FKM Unja Pondok Meja serta dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa FKM Universitas Jambi. Kegiatan ini terlebih dahulu dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Kerjasama, dan Sistem Informasi, Dr. Guspianto, SKM., M.K.M.

Prof. Dr. dr. H. Abdul Razak Thaha, M.Sc., SpGK dalam kesempatan ini menyampaikan banyak ilmu tentang Stunting, penyebab, intervensi, dan contoh gerakan praktik baik di Kabupaten Banggai yang telah berhasil menurunkan angka Stunting. Prof juga menyampaikan kerangka pikir penyebab, pencegahan dan penanggulangan masalah gizi yang berdampak pada Stunting. Penyebab langsung Stunting yaitu asupan pangan/gizi dan kesehatan, sedangkan penyebab tidak langsung Stunting yaitu aksesibilitas pangan, pola asuh, dan air minum. Penyebab langsung dan tidak langsung ini dapat diatasi dengan intervensi spesifik yang merupakan upaya jangka pendek. Disamping itu perlu juga dilakukan upaya jangka panjang untuk mengatasi Stunting ini yaitu intervensi sensitif pada akar masalah yang bersumber pada kelembagaan, politik dan ideologi, kebijakan ekonomi, serta sumber daya, lingkungan, teknologi, dan penduduk. Berbagai program intervensi spesifik diharapkan dapat meningkatkan gizi dan perkembangan optimal janin dan anak melalui: pemberian ASI, makanan beragam dan gizi seimbang, pola asuh yang baik, stimulasi tumbuh kembang, dan beban rendah terhadap penyakit infeksi. Kemudian kegiatan kuliah tamu tentang Stunting ini dilanjutkan dengan diskusi terkait upaya penanggulangan Stunting khususnya di Provinsi Jambi.

FKM Universitas Jambi memang terbilang muda di Indonesia, namun melalui kegiatan ini berkomitmen untuk ikut serta dalam pencegahan dan penanggulangan Stunting nasional dan khususnya di Provinsi Jambi.