Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (Pengabmas) oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi dengan tema “Pengelolaan Sampah Berbasis Sekolah Dan Komposting Takakura Guna Menurunkan Timbulan Sampah Di Kota Jambi”.

Menurut KLHK dan Kementerian Perindustrian Tahun 2016, jumlah timbulan sampah di Indonesia sudah mencapai 65,2 juta ton per tahun. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc  mengatakan jenis sampah yang dihasilkan didominasi oleh sampah organik yang mencapai sekitar 60 persen dan sampah plastik yang mencapai 15 persen. Maka FKM Unja melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat berkontribusi dalam menurunkan timbulan sampah di lingkungan terutama di Kota Jambi.

Kegiatan Pengabmas FKM Unja ini bekerjasama dengan Puskesmas Paal X Kota Jambi sebagai pembina UKS Sekolah Dasar di wilayah kerjanya. Rangkaian kegiatan pengabdian ini antara lain: Kata Sambutan dari Wakil Dekan I Bidang Akademik, Kerja Sama dan Sistem Informasi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi Bapak Dr. Guspianto, SKM.,M.K.M, Kata Sambutan dari Kepala Puskesmas Paal X Kota Jambi Ibu dr. Sri Rosianti, Penyampaian Materi oleh Bapak Oka Lesmana S, SKM.,M.K.M, dan dilanjutkan dengan simulasi pembuatan kompos menggunakan media keranjang takakura oleh mahasiswa FKM Unja, M. Rizal Afrialman, Mirwansyah, dan Rd M. Ifwazan Darusman.

Kegiatan dilaksanakan dengan dua tahap yaitu; tahap pertama sosialisasi tentang pengelolaan sampah berbasis sekolah dan pembuatan pupuk kompos menggunakan media keranjang takakura di Aula Puskesmas Paal X Kota Jambi dengan peserta adalah Guru UKS dari masing-masing Sekolah Dasar di wilayah kerja Puskesmas Paal X.Kemudian tahap kedua pengabmas, dilaksanakan praktik secara langsung di SDN 216 Kenali Asam Bawah Kota Jambi untuk pembuatan pupuk kompos menggunakan Metode Komposting Keranjang Takakura. Adapun alat dan bahan meliputi: keranjang laundry sebagai wadahnya, sekam padi yang dibungkus dengan kain seperti bantalan untuk menyerap cairan dari sampah organik dan mencegah bau keluar dari keranjang, pupus kompos sebagai starter, EM4 sebagai bioaktivator untuk mempercepat penguaian sampah organik, serta sampah organik dari sisa makanan dan sayuran di kantin sekolah, dan sampah kering dari daun pohon di lingkungan sekolah. Dalam praktiknya melibatkan guru-guru dan siswa sekolah untuk merakit media dan membuat kompos.