Penglihatan adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam seluruh aspek kehidupan termasuk diantaranya pendidikan. Penglihatan merupakan jalur informasi utama, oleh karena itu gangguan pada penglihatan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang dalam melakukan aktifitasnya termasuk proses belajar. Salah satu gangguan penglihatan yang sering terjadi adalah refraksi. Kelainan refraksi teridiri atas empat yaitu myopia, hiperopia, astigmatisme, dan presbiopia. Dalam hal ini dibutuhkan perhatian khusus dari setiap orang tua dan lapisan masyarakat dengan memeberikan pendidikan sejak dini tentang pentingnya menjaga kesehatan mata sehingga akan membantu mewujudkan Vision 2020 dalam mengurangi gangguan kelainan refraksi pada penglihatan. Untuk itu kami dari BEM Fakultas Kesehatan Masyrakat departemn kajian strategis dan advokasi periode 2018-2019  mengadakan kegiatan peringatan hari mata sedunia atau World Sight Day yang di laksanakan di  yayasan sekolah dayung Legok,Kota Jambi.

Kegiatan ini merupakan upaya pencegahan yang dilakukan dalam bentuk edukasi terhadap anak-anak usia dini di Yayasan sekolah dayung tersebut. Agar mudah dipahami kami memberikan edukasi dengan bermain dan bernyanyi bersama anak-anak tersebut dan juga memberikan sate buah untuk mendorong kebiasaan makan buah sejak dini. Dari kegiatan ini ada beberapa indikator keberhasilan diantarannya:

  1. Anak-anak mengetahui bagaimana menjaga kesehatan mata dengan: memakan banyak buah dan sayuran, tidak menonton dengan jarak yang dekat, membaca ditempat yang terang dan lain sebagainya.
  2. Mengurangi gangguan mata yang sering terjadi pada anak-anak dengan menanamkan pentingnya menjaga kesehatan mata.

Dari kegiatan ini diharapkan anak-anak dari yayasan sekolah dayung mampu menerapkan perilaku sehat untuk menjaga kesehatan mata sejak dini karena mata adalah hal yang sangat penting dan sensistif. Kesehatan mata adalah investasi bangsa.